Slider
Powered by Blogger.
Blog Archive
-
▼
2014
(139)
-
▼
October
(37)
- Keputusan Presiden Nomor 02-A19/DPP-PPMI/XX/X/1435...
- Pelatihan Website Hingga Mengetahui Rahasia Sukses...
- PPMI - INDOMIE: Penerimaan Calon Karyawan Indomie ...
- Hadirilah!! Silaturahim, Dialog Interaktif, dan Pe...
- Ini Dia Dukungan Senat Mahasiwa Di Awal Kuliah Sem...
- PPMI Pererat Hubungan Dengan Organisasi Pelajar Se...
- Seminar Sejarah & Peradaban Islam
- Peraturan Jejaring Sosial PPMI Mesir
- Ertu Untuk Kamu Yang Mau
- The Last Session
- Waspada! : Sekarang Tingkat 4 Ushuluddin Bisa Di-D...
- Perkuliahan Al-Azhar Dimulai Hari Ini
- Bincang Tesis
- 2 Poin Hasil Simposium PPI Dunia di Jepang
- Kabar Gembira: INDOMIE Mesir dan PPMI Wujudkan Mas...
- Tradisi 'As-Salam' Perlu Dilestarikan untuk Menjag...
- Presiden dan Wapres PPMI Menghadiri Banyak Open House
- Nama-nama MABA Kedatangan Gelombang Kedua
- Yalla Terobosan Edisi Reguler 364
- Nama-nama MABA Kedatangan Gelombang Pertama
- Syaikh al-Alamah al-Imam Ibrahim bin Muhammad bin ...
- Mahasiswi Al-Azhar Juara Bilik sastra VOI RRI Awar...
- Cara Mengenali Copet Dengan Mudah
- 8 Tips Meninggalkan Rumah Kosong
- Kampoeng Pelajar
- Kajian Islam Nusantara
- Esensi Assalam Bagi Masisir
- Asrama Mahasiswa Indonesia Diresmikan Penggunaanny...
- Suasana Peresmian Asrama SBY Mesir
- Peraih Bilik Sastra VOI RRI Award 2014
- Assalam Memanggilmu
- عصام الزفتاوى
- Rapat Antar Lembaga Hasilakan Poin Istimewa
- Dialog Kebangsaan Volume II
- Puluhan Mahasiswa Mendapatkan Ijazah Sanad Kitab A...
- Al-Azhar Bangga Melepas Alumni Berkualitas
- Let's wear batik, Let's join us and welcome to Mas...
-
▼
October
(37)
Travel
Performance
‹
›
Cute
My Place
Slider
Racing
Videos
Direktorat Pendidikan Tinggi Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI membuka beasiswa program S2/S3 tahun 2014. Program beasiswa yang ditawarkan terdiri dari dua (2) jenis yaitu Beasiswa Studi (BS) S3 dan Bantuan Biaya Pendidikan (BBP) S2, S3 dan Promosi Doktor (dalam negeri dan luar negeri). Pendaftaran beasiswa dilaksanakan melalui pendaftaran online di website Direktorat Pendidikan Tinggi Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Ketentuan, syarat dan mekanisme pendaftaran sebagai berikut:
Pendaftaran dapat langsung mengisi formulir DI SINI Info lebih lanjut dapat langsung mengunjungi PPS.UIN
Beasiswa
Program beasiswa Orange Tulip Scholarship (OTS) 2014 resmi dibuka. Pelajar, mahasiswa dan WNI yang mengaku berbakat dan berambisi belajar di Belanda diundang untuk mendaftar program beasiswa OTS 2014 ini. Program beasiswa yang dikelola oleh Nuffic Neso Indonesia ini bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi Belanda dan mitra dari sektor publik dan swasta.
Tersedia 86 Beasiswa
“Tahun ini lebih banyak lagi yang ditawarkan. Ada 86 beasiswa, padahal tahun lalu baru 40 beasiswa. Tujuan program beasiswa ini membuka kesempatan lebih banyak lagi bagi pelajar, mahasiswa dan profesional muda mewujudkan potensi mereka,” terang Direktur Nuffic Neso Indonesia, Mervin Bakker, saat menggelar temu media di Bunga Rampai Restaurant, Menteng, Kamis, 14/11.
“Siapa pun yang ingin belajar di Belanda harus tahu betul motivasinya mengapa mau kuliah di luar negeri. Misalnya, karena program yang dituju di Indonesia tidak ada, pengembangan budaya, ambisi pribadi yang ingin karirnya lebih baik dan ingin membangun jejaring di luar negeri untuk karir di masa depan,” tegasnya.
Pertanyaannya kini adalah mengapa Belanda. Alasan utamanya tentu saja adalah kualitas. Kualitas pendidikan di Belanda tidak diragukan lagi. Buktinya, ada 18 orang peraih Nobel di bidang Kimia, Fisika, Kedokteran, Ekonomi dan Perdamaian. Tak hanya itu saja, menurut lembaga pemeringkat universitas di dunia yang terbaru, sebanyak 12 universitas masuk di 200 universitas top di dunia.
“Saya berharap kerjasama antara semua mitra Orange Tulip Scholarship dapat memberi dimensi baru untuk hubungan yang lebih baik lagi bagi Indonesia dan Belanda,” tegasnya.
Tunggu apa lagi. OTS 2014 menawarkan beasiswa untuk tiga jenis program yaitu foundation, S1 dan S2. Tiap beasiswa memiliki struktur pendanaan yang berbeda. Kebanyakan berbentuk potongan biaya studi penuh atau sebagian. Informasi lengkap tentang daftar institusi, program studi, prosedur dan deadline kunjungi website resmi OTS 2014 atau klik www.nesoindonesia.or.id/ots. Buruan daftar jangan sampai ketinggalan!
Mervin menegaskan sebanyak 22 organisasi berkontribusi dalam program beasiswa OTS 2014 ini, seperti perguruan tinggi Belanda, kementerian Indonesia dan perusahaan Belanda. Untuk tahun 2014 ini, Nuffic Neso berhasil menggandakan jumlah beasiswa khusus bagi pelajar, mahasiswa dan profesional muda Indonesia. Sumber: Jaringnews.com
Beasiswa
Kabar gembira bagi teman-teman yang berminat melanjutkan studi di Turki, Pemerintah Turki memberikan beasiswa bagi seluruh pelajar di dunia untuk program S1, S2 & S3.
Beasiswa yang ditawarkan oleh Pemerintah Turki terdiri dari 22 macam, namun pengalaman tahun-tahun sebelumnya untuk pelajar Indonesia hanya bisa mengakses 8 macam saja, antara lain:
Goldenhorn Scholarship (undergraduate)
History and Civilization Scholarship (graduate and research)
Ibni Haldun Social Sciences Scholarship (graduate and research)
Economic Studies Scholarship (graduate and research)
Ali Kuşçu Science and Technology Scholarship (graduate and research)
İbni Sina Medical Sciences Scholarship (undergraduate, graduate and research)
Islamic Theology Scholarship (undergraduate, graduate and research)
Yunus Emre Turkish Language Scholarship (undergraduate, graduate and research)
Beasiswa yang diberikan meliputi:
Tiket pesawat keberangkatan ke Turki dan kepulangan ke Indonesia setelah menyelesaikan studi.
Biaya pendidikan hingga selesai.
Biaya pendidikan bahasa Turki selama 1 tahun.
Asuransi kesehatan umum.
Asrama tempat tinggal & makan setiap hari.
Uang saku kurang lebih sebesar; 500 TL (225 USD) untuk mahasiswa S1 (baik yang 2 tahun atau 4 tahun), 750 TL (335 USD) untuk mahasiswa S2 & 1000 TL (450 USD) untuk mahasiswa S3 atau penelitian.
Pendaftaran sangat mudah, cukup dengan mengakses http://turkiyeburslari.gov.tr./ Jangan lupa siapkan soft copy dokumen pendidikan dan identitas Anda. Selain itu, Anda juga harus punya email yang masih bisa diakses, karena undangan wawancara dan prosedur-prosedur lain akan diberitahukan melalui email Anda.
Pendaftaran dibuka pada bulan Maret 2014 untuk program Pasca-Sarjana dan bulan April-Mei 2014 untuk program Sarjana.
Beasiswa
Beasiswa LPDP merupakan salah satu beasiswa terbaru yang ada di bumi pertiwi ini. Di-launching ke publik pertengahan 2013 lalu. Beasiswa ini memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik republik ini untuk melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Saya, alhamdulillah, salah satu awardee beasiswa ini yang tergabung di Batch V.
Setelah mendapatkan beasiswa dari LPDP, beberapa kawan banyak bertanya kepada saya tentang prosedurnya, tips-tipsnya, dan sebagainya. Oleh karena itu, melalui tulisan ini akan saya share pertanyaan-pertanyaan yang pernah saya terima. Tulisan ini saya buat dalam bentuk Frequently Asked Questions (F.A.Q), seperti di website-website itu lho . . .
F.A.Q. ini lebih banyak berisi hal-hal yang sifatnya umum dan berdasarkan pengalaman saya pribadi maupun diskusi dengan awardee lain. Karena berdasarkan pengalaman pribadi, maka yang dijadikan time frame sebagai dasar saya menulis informasi ini adalah ketika saya mendaftar hingga ditetapkan menjadi awardee, yaitu pertengahan hingga akhir 2013. Jadi, kalau masalah persyaratan, prosedur, dan sejenisnya, akan lebih baik jika langsung merujuk ke laman resminya, karena akan selalu ada update di sana.
Sebelum dimulai, bagi yang memerlukan contoh dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mendaftar beasiswa ini, bisa cek di halaman ini.
Okey, kita mulai . . .
Beasiswa apa ini?
Sebenarnya, nama resmi beasiswa ini adalah Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), namun banyak yang menyebutnya, termasuk saya, dengan sebutan beasiswa LPDP, karena beasiswa ini memang diberikan oleh LPDP.
Apa (atau siapa) itu LPDP?
LPDP merupakan singkatan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, sebuah Badan Layanan Umum (BLU) baru yang dibentuk pada tahun 2012 untuk mengelola dana abadi pendidikan. Salah satu produk LPDP adalah BPI tadi.
LPDP secara struktural berada di bawah Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Namun, pembinaannya juga dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama.
Ada website-nya gak?
Ada, sila buka laman www.beasiswalpdp.org atau www.lpdp.depkeu.go.id. Bisa juga dengan cara lain: buka Google dan kemudian masukkan keyword “beasiswa LPDP”.
Di laman resmi LPDP, bisa dipelajari segala hal tentang produk-produk LPDP seperti BPI, beasiswa tesis dan disertasi, atau pendanaan riset inovatif. Persyaratan, dokumen yang harus dilampirkan, dan prosedur bisa dilihat di sana. Terdapat pula alamatnya, siapa tahu ada yang ingin langsung nyamperin ke kantornya.
BPI untuk jenjang pendidikan apa saja?
BPI diperuntukkan bagi mereka yang ingin melanjutkan studinya ke jenjang Master/Magister (S-2) atau Doktoral (S-3). Jadi, BPI bukan untuk studi pada jenjang Sarjana (S-1) atau lebih rendah dari itu.
Untuk siapa?
Untuk seluruh putra-putri Indonesia yang memenuhi persyaratan. Beasiswa ini untuk semua kalangan, selain dosen. Pada waktu saya mendaftar dulu, kalangan dosen masih diperbolehkan. Namun, sekarang denger-denger aturannya berubah. Dosen tidak diperbolehkan lagi mendaftar beasiswa LPDP karena, katanya, dosen akan diarahkan ke berbagai produk beasiswanya Dikti.
Dalam negeri atau luar negeri?
Dua-duanya bisa. Universitas dalam negeri boleh, luar negeri monggo.
Universitasnya bebas?
Kalau dibilang bebas, berdasarkan pengalaman saya sih, antara iya dan tidak. Ini cukup sering ditanyakan dan ada berbagai problematika yang menyertainya. Karenanya, saya akan sedikit berpanjang lebar di bagian ini.
Jadi begini, LPDP mendorong supaya para awardee-nya bersekolah di universitas terbaik di dunia. Katanya sih untuk menjamin bahwa awardee-nya memperoleh pendidikan terbaik sehingga menghasilkan alumni-alumni berkualitas yang diharapkan mampu menjadi penggerak kebangkitan Indonesia di masa depan. Mantap kan . . . !?
Oleh karena itu, LPDP punya acuan mengenai universitas tujuan studi awardee-nya. Untuk universitas luar negeri, LPDP menggunakan acuan ranking universitas versi Timer Higher Education (THE) dan/atau QS. Keduanya, berdasarkan pengamatan saya, beda-beda tipis. Universitas yang diperbolehkan menjadi tujuan studi adalah ranking 200 besar. Untuk universitas dalam negeri, LPDP mendorong supaya belajar di universitas terbaik di republik ini, seperti UGM, UI, ITB, Unpad, Undip (dan lainnya).
Khusus untuk pendidikan agama, maka ada pengecualian dan tidak harus mengikuti acuan yang ditetapkan, karena memang tidak mungkin. Namun prinsipnya sama: pilihlah universitas terbaik. Misal, untuk belajar agama, yang terbaik adalah Universitas Al Azhar di Mesir, Universitas Islam Madinah, atau universitas lainnya di timur tengah, afrika, asia, atau di manapun.
Untuk di dalam negeri, disarankan bersekolah di Universitas Islam Negeri (UIN) terbaik, seperti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN lainnya (maaf saya tidak hafal).
Ada kasus, bahkan sering, kita ingin sekolah di universitas luar negeri yang secara peringkat berada di luar 200 besar THE/QS, karena mungkin program studi yang kita minati ada di sana, atau program studi terbaik di dunia untuk bidang tertentu ada di universitas yang tidak masuk 200 besar.
Contohnya, rekan saya satu batch, seorang dosen peternakan UGM ingin mengambil S-3 di bidang penyamakan kulit. Kata beliau, hanya ada 4 universitas di dunia yang jagoan di bidang itu, dan keempatnya tidak masuk 200 besar.
Kasus lain, rekan saya se-batch juga, ingin bersekolah S-3 di bidang aeronautika di Cranfield University di Inggris. Menurut beliau, Cranfield adalah yang terbaik untuk bidang yang akan dipelajarinya. Cranfield tidak masuk 200 besar, sebab hanya berisi program S-2 dan S3, tidak ada S-1 nya. Hal tersebut membuat Cranfiled tidak masuk kategori penilaian THE/QS.
Bagaimana solusinya?
LPDP sejauh pengalaman saya sangat mudah dalam hal birokrasi. Segala sesuatunya bisa dibicarakan, termasuk dalam hal ini. Untuk kasus kedua rekan saya tadi, beliau berdua mengajukan surat permohonan pindah universitas kepada LPDP, disertai dengan argumen-argumen yang mendukung. Beruntung, permohonan keduanya dikabulkan.
Bahkan, rekan saya yang ingin bersekolah di Cranfield tadi, melakukan aksi yang lebih cerdas dan berani. Beliau menghubungi atase pendidikan KBRI London untuk meminta surat keterangan yang menjelaskan bahwa Cranfield adalah yang terbaik untuk bidang yang akan dipelajarinya. Ketika beliau mengajukan pindah universitas, beliau melampirkan surat dari atdik KBRI London sebagai penguat argumen.
Intinya, semua bisa dibicarakan, tentunya secara cerdas dan tidak menyalahi prosedur.
Masalah yang kemungkinan muncul jika pilihan universitas berada di luar 200 besar THE/QS adalah ketika mendaftar online. Formulir isian online pada bagian pilihan universitas berbentuk pop-up, yang ketika di-klik, akan muncul nama-nama universitas yang menjadi acuan LPDP (ranking 200 besar). Mau tidak mau, kita harus memilih salah satunya. Tidak mungkin dikosongkan karena nanti tidak bisa lanjut ke bagian selanjutnya. Jika universitas pilihan kita tidak masuk 200 besar? Nah, ini yang jadi masalah.
Cara “mengakalinya”, yang paling umum berdasarkan diskusi dengan rekan awardee lain, adalah dengan memilih universitas 200 besar tadi yang juga memiliki program studi yang kita minati. Kalau program studinya bisa sama persis, lebih baik. Namun kalau tidak, minimal program studi tersebut mirip-mirip lah. Tujuannya jelas: yang penting daftar online beres dulu.
Baru nanti ketika lolos seleksi administratif dan dipanggil wawancara, kita jelaskan kepada panelis/pewawancara masalah kita tadi. Insya Allah mereka paham, selama kita menjelaskan dengan jujur dan jelas. Baru nanti setelah ditetapkan menjadi awardee, kita mengajukan permohonan pindah universitas tujuan studi sebagaimana yang dilakukan kedua rekan yang saya ceritakan tadi.
Jurusannya juga bebas?
Pada dasarnya, kita bebas memilih jurusan atau program studi apapun selama itu bisa bermanfaat bagi Indonesia. Filosofinya begini, LPDP ingin berkontribusi dalam kemajuan dan kebangkitan Indonesia di masa depan. Caranya adalah dengan memberikan kesempatan kepada pemuda-pemudi terbaiknya untuk menimba ilmu apapun yang bermanfaat, karena kemajuan dan kebangkitan Indonesia di masa yang akan datang harus ditunjang dengan pembangunan multi-dimensi.
Asas kebermanfaatan ini, menurut saya, menjadi salah satu poin penting dalam wawancara. Maksudnya, sejauh mana kita bisa meyakinkan panelis/pewawancara bahwa ilmu yang akan kita pelajari bermanfaat bagi kemajuan Indonesia bisa jadi merupakan kunci utama untuk membuka gembok peluang lolos beasiswa ini. Sekali lagi, LPDP punya agenda besar di balik “buang-buang uang” menyekolahkan awardee-nya, yaitu kemajuan dan kebangkitan Indonesia di masa depan.
Walaupun bebas, LPDP membagi menjadi 5 klaster: sains, teknik, ekonomi, hukum, dan agama. Sejauh pengamatan saya, ini untuk memudahkan panitia dalam seleksi terutama ketika wawancara, yaitu agar kita diwawancara oleh panelis/pewawancara yang tepat. Melamar untuk kuliah hukum, misalnya, nanti pewawancaranya adalah ahli hukum. Kalau ragu bidang yang kita minati masuk mana, pilih saja sains. Klaster itu cakupannya paling luas. Ilmu-ilmu sosial seperti psikologi, politik, sosiologi, sastra, bisa tercakup ke dalam klaster sains.
LPDP mengurus pendaftaran universitas gak?
Tidak. Pendaftaran universitas sepenuhnya menjadi tanggung jawab kita sebagai pelamar beasiswa ataupun awardee.
Beasiswa LPDP tidak seperti beasiswa AAS dari Australia yang akan mengurus semua administrasi pendaftaran ke universitas tujuan awardee-nya. Oleh karena itu, ada dua hal yang kita perjuangkan ketika melamar beasiswa LPDP: beasiswanya itu sendiri dan universitas tujuan studi kita.
Jadi, daftar beasiswanya dulu atau dapetin universitasnya dulu?
Ini juga termasuk yang sering ditanyakan. Paling tidak, ada 3 kemungkinan kasusnya:
Pertama, daftar beasiswanya dulu, baru cari universitasnya. Ini termasuk yang umum saya temui pada rekan awardee. Jadi, untuk kasus pertama ini, saat mendaftar LPDP kita belum mendapatkan penerimaan dari universitas tujuan. Hal ini tidak mengapa. LPDP pun membolehkan.
Meskipun demikian, wajib bagi pelamar untuk tahu secara gamblang mengenai universitas tujuannya, karena salah satu dokumen yang dipersyaratkan LPDP adalah rencana studi. Di rencana studi itu, tentu akan dijelaskan tujuan kita mau belajar apa dan di mana. Pada saat wawancara juga pertanyaan paling banyak, berdasarkan pengalaman saya, adalah seputar universitas tujuan kita. Oleh karena itu, informasi mengenai universitas tujuan mutlak harus dimiliki.
Kedua, sudah dapat universitasnya, baru daftar beasiswa LPDP. Ini, menurut saya, adalah kondisi paling ideal. Ketika kita bisa hadir di wawancara LPDP dengan membawa bukti penerimaan dari universitas tujuan kita berupa Letter of Acceptance (LoA) atau sejenisnya, ini jelas menunjukkan tekad dan keseriusan kita untuk studi. Kalau boleh sedikit lebay, saya bisa katakan: tidak ada alasan LPDP menolak kita! Tentu saja, selama performance kita saat wawancara juga baik.
Ketiga, daftar beasiswa LPDP sambil daftar universitasnya. Ini kondisi yang ideal juga menurut saya, meskipun tingkatnya di bawah kondisi kedua tadi. Saya dulu berada di kondisi ini. Ketika mendaftar beasiswa LPDP, sambil menunggu pengumuman selanjutnya, saya mulai mendaftar ke universitas tujuan saya. Ketika di wawancara, aplikasi saya ke universitas tujuan sudah masuk, namun belum ada keputusan dari pihak universitas. Saat itu, saya lampirkan bukti bahwa saya sudah submit aplikasi ke universitas tujuan dan tinggal menunggu pengumumannya.
Apa yang ditanggung oleh beasiswa LPDP?
Semuanya. Beasiswa LPDP sifatnya full cover, bukan partial. Jadi LPDP menanggung seluruh (atau dengan istilah yang lebih hati-hati: sebagian besar) biaya yang berhubungan dengan studi kita. Biaya yang ditanggung mencakup, namun tidak terbatas pada, hal-hal seperti: SPP (tuition fee), biaya tesis, biaya wisuda, biaya pengurusan visa bagi yang ke luar negeri, biaya transportasi, biaya hidup, dan uang buku.
Berapa batasan maksimal yang ditanggung?
Tidak ada. Di batch I, kalau tidak salah, ada seorang perwira angkatan laut yang bersekolah di sekolah angkatan laut Amerika Serikat dengan biaya mencapai 3 milyar. Itu semua ditanggung LPDP.
Ada kuota penerimanya?
Tidak ada. Meskipun demikian, LPDP memiliki target penerima beasiswa. Tahun 2014 ini, kalau tidak salah, targetnya adalah 2000-an penerima. LPDP menggunakan istilah “target”, bukan “kuota”. Sepintas nampak sama, namun agak sedikit berbeda. Kalau kuota, kesan yang timbul adalah pembatasan yang kaku. Sementara target, lebih fleksibel dan mampu menyesuaikan.
Kapan deadline-nya?
Tidak ada. Pelamar bisa mendaftar kapan saja dia siap sepanjang tahun. Nanti tinggal tunggu pengumuman tahap selanjutnya. Segala pengumuman akan diumumkan di laman LPDP, namun biasanya juga dikabari melalui email dan HP.
Ada ikatan dinasnya?
Ini juga sering ditanyakan. Tidak ada ikatan dinas setelah selesai studi. Satu-satunya yang disebut “ikatan dinas” adalah kembali ke Indonesia untuk membangun Indonesia. Hal ini tertuang di surat perjanjian yang kita tanda tangani nanti. Namun, aturan ini juga belum jelas serta detail, dan juga belum ramai dibahas oleh para awardee. Sampai tulisan ini di-publish, LPDP belum punya alumni, karena semua awardee-nya sedang menempuh studi atau sedang persiapan studi.
Sebagaimana di bagian sebelumnya, LPDP memberikan beasiswa untuk berbagai kalangan, selain dosen. Jadi, setelah menyelesaikan studinya, awardee akan kembali ke “habitatnya” masing-masing. Yang PNS, akan kembali ke instansinya. Yang pegawai swasta atau BUMN, akan kembali ke perusahaannya. Yang di LSM, akan kembali ke LSM-nya. Yang fresh graduate, yaitu mereka yang selesai S-1 langsung melanjutkan studi S-2 (belum sempat bekerja), tentu akan mencari pekerjaan sesuai bidang keahlian dan minatnya.
Kelompok yang terakhir disebut, agaknya lebih fleksibel. Selesai sekolah nanti, dia bisa bekerja di manapun yang dia mau. Ini yang perlu diatur lebih detail oleh LPDP, untuk mencegah aset bangsa dibajak oleh negara lain. Kalaupun boleh bekerja di luar negeri untuk kepentingan Indonesia, aturan mainnya juga harus jelas. Hal ini berbeda dengan PNS, pegawai swasta, atau pegawai BUMN yang biasanya mereka punya ikatan dinas atau perjanjian tersendiri dengan instansinya atau perusahaannya.
Beasiswa
Tahun ini President University memberikan beasiswa penuh untuk siswa/i yang berprestasi!
Total kuota beasiwa penuh tidak dibatasi! Asalkan Anda memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan, Anda bisa kuliah gratis!
Sekilas Tentang President University
Walaupun belum genap 10 tahun, President University telah menjadi salah satu universitas ‘pemasok’ tenaga kerja yang berkualitas di perusahaan-perusahaan ternama. Hal ini terjadi karena President University menerapkan peraturan 100% English Speaking University dan 2-Semester Internship.
Jadi tidak hanya fasih berbahasa Inggris, kamu juga punya skill saat mau kerja yang kamu bisa dapatkan selama internship (magang).
Berikut adalah jurusan yang tersedia:
Faculty of Economics, jurusan yang ada:
*Management
*Accounting
Faculty of Law, jurusan yang ada:
*Law
Faculty of Computing, jurusan yang ada:
*Information Technology
*Information System
Faculty of Engineering, jurusan yang ada:
*Industrial Engineering
*Electrical Engineering
Mechanical Engineering
Faculty of Communications, jurusan yang ada:
*Communication
Faculty of Business & International Relations, jurusan yang ada:
*Business Administration
*International Relations
Oke sekarang ke bagian yang pentingnya!
Untuk bisa mendapatkan beasiswa di President University sebenarnya sangat gampang!
Kamu cuma ikuti tes beasiswa President University. President University mengadakan tes beasiswa di berbagai kota di Indonesia, kamu bisa cek jadwal testnya di sini.
Kalo kamu telat ikut test di kota kamu, kamu bisa datang ke kota lain untuk ikut test.
Jika rata-rata nilai test kamu >85 maka kamu bisa dapat beasiswa penuh
Jika nilai kamu gak sampai 85, maka kamu bisa dapet beasiswa parsial. Untuk detailnya silakan baca di sini.
Dokumen yang perlu dibawa saat mengikuti test:
fotokopi rapot yang telah dilegalisir, kelas 1 SMA hingga semester terakhir
2 buah foto berwarna 4×6
1 buah fotokopi KTP/kartu pelajar
fotokopi sertifikat/penghargaan akademik dan/atau non-akademik (jika ada)
PERHATIAN: Persiapkanlah dokumen Anda baik-baik. Jangan sampai ada yang gak lengkap dan masukan dalam map. Banyak kandidat tidak dapat beasiswa karena hal-hal sepele seperti ini!
TIPS: Walau tidak disebutkan dalam website resminya, saya sangat yakin jika ada hal-hal lain yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam menentukan apakah Anda akan diberi beasiswa atau tidak. Hal itu adalah prestasi akademik atau prestasi non akademik.
Contohnya jika Anda pernah mengikuti olimpiade sains, kejuaraan olah raga tertentu, atau kompetisi nasional lainnya, lampirkan piagam Anda tersebut dalam map! Prestasi Anda tersebut akan memberikan nilai plus tersendiri buat Anda!
Untuk info lengkapnya anda bisa langsung mengunjungi situs resminya di : http://www.president.ac.id/id/pendaftaran-mahasiswa/program-beasiswa/
Beasiswa
Subscribe to:
Posts (Atom)


.jpg)


Recent Comments